Buat cewek, kedatangan tamu tiap bulan itu biasa kan ya - atau wajib malah. Kalau enggak malah menakutkan hohoho. Dan beberapa bulan terakhir ini, tiap kedatangan tamu aku selalu memakai cat kuku atau kutek. Yah walaupun pas hari-hari biasa aku biasanya juga pakai kutek muslim atau istilahnya nail henna yang sah sah aja di pakai sholat.
Nah kemarin, saat aku mau 'mandi' karena udah pergi tamu bulanannya, otomatis aku bersih-bersih kuku, biar mandinya sah. Abis itu aku ngaca - biasa lah yaa cewek ngaca-ngaca gitu tiap liat cermin hhoho. Dan aku mendapati eyeliner yang ku pakai pas kuliah tadi masih ada. Memang, aku kalau kuliah selalu pakai eyeliner. Yang bawah mata pakai yang muslim atau istilahnya kajal itu, yang atas mata beberapa bulan terakhir ini aku juga pakai, yang biasa di pasaran, cair waterproof gitu.
Dan tiba-tiba saja aku kepikiran. Bukannya tiap kuliah aku pasti sholat dluhur dan ashar ya? Bukannya eyeliner ini (terutama yang atas mata) nggak bakal hilang kalau kena air ya? Dan bukannya rukun wajib wudhu yang ke dua itu membasuh seluruh wajah ya?? Jangan-jangan, sholatku akhir-akhir ini nggak sah, nggak pernah dianggap sama Allah?? Aduduh aku takut sumpah.
Dan sejak kemarin itu, kayaknya aku mulai berubah pikiran. Kalau kuliah nggak usah pake eyeliner segala napa hep? Tapi kata teman-teman mukaku jadi kelihatan pucat kalau nggak pakai - karena udah kebiasaan. Tapi aku kan nggak mau sholatku nggak sah -__-
Dan kayaknya kuliah entar nggak deh pakai eyeliner eyelineran waterproof lagi. Selain itu aku juga jadi mikir. Jangan-jangan yang pada pakai pensil alis mata itu juga nggak sah wudhunya? Jangan-jangan pakai body lotion juga bikin wudhu nggak sah?? Eh tapi kan kalau itu langsung diserap kulit?? Tapi kan... Dan akhirnya berbagai jangan-jangan dan tapi-tapi berseliweran di pikiranku.
Aduduh tau ah pusing @__@
Selasa, 17 April 2012
Minggu, 15 April 2012
Just Talk About You
Besok ujian tengah semester dan malam ini tak melakukan apa pun. Open book adalah alibi yang sangat pas di saat rasa malas belajar sedang meraja. Hohoho. Tak apa lah.
Pengen esemesan, namun pacar sepertinya sudah damai dalam tidurnya. Tumben? Katanya sakit kepala seharian ini :( Mengganggu tidurnya jelas aku tak mau. Tadinya ingin ku kirim pesan singkat padanya, dengan kata-kata indah nan lebay seperti biasanya hohoho. Namun ku urungkan, dan hanya sedikit perhatian semoga lekas baikan, ucapan cinta dan selamat tidurlah yang akhirnya ku kirimkan #uhuk :p
Ku pikir sudah lama ku tak mampir ke sini, mengisi halamannya dengan rangkaian kata demi kata yang muncul begitu saja tak berima. Dan inilah akhirnya. Tak ada salahnya bukan, menambahkan sampah kata ke halaman ini hohoho.
Curhat.
Entah mengapa, setiap malam - ataupun dini hari, menjelang tidur, selalu, tak pernah aku tak memikirkannya. Semua tentangnya. Entah itu kenangan masa lalu, entah itu rajutan mimpiku dan masa depanku bersamanya, semuanya, apa saja yang terlintas. Tak jarang tiba-tiba air mataku menetes karena kebiasaan ini. Bukan sedih atau apa, hanya saja aku bersyukur memilikinya. Sungguh.
Dan malam ini, aku teringat akan secuil kenangan hari kemarin. Sebenarnya tak ada yang super-duper istimewa, - karena setiap hari bersamanya selalu istimewa :D - hanya berjalan seperti biasanya. Ke kampus bareng, pulang kampus maen dulu nggak jelas, lalu pulang. Setiap minggunya seperti itu dan aku tak pernah bosan.
Tapi kemarin, entah kenapa di mataku dirinya tampak berbeda. Bahkan aku sempat tertegun menatapnya beberapa detik saat ku sodorkan helmnya, selesai kuliah. Dan saat mulutnya mengeluarkan kata "Kenapa?", barulah lamunanku terpecah. Duh.
Di perjalanan, tiap kami sedang bersama, mulutku yang usil ini selalu saja mengeluarkan kata dan nada tak jelas. Dibilang ngomong enggak, nyanyi juga kurang pas. Kadang menggumam, kadang bahkan seperti teriakan yang membuatnya marah - dan aku suka saat dia marah :D - lucu. Dulu, beberapa tahun yang lalu saat aku dan dia mulai menjadi kami, dia selalu mengatakan padaku, bahwa jadi orang itu jangan terlalu pemalu, jangan terlalu pendiam. Tapi entah kenapa tiap kebiasaanku di jalanan ini kumat, dia selalu marah. "Malu aku boncengin orang teriak-teriak nggak jelas gini." "Katanya jangan pendiam," dalihku :D
Dan sabtu kemarin, sepulang kampus kami putuskan main sebentar ke pantai Goa Cemara. Dan di sana pun lagi-lagi aku sempat - bahkan sering - tertegun tiap kali mencuri pandang ke dirinya. Perasaan apa ini ya. Di mataku dia tampak selalu begitu indah. Saat tersenyum, tertawa, berbicara, diam, bahkan saat marah pun dia selalu pandai menampakkan sisi indahnya.
Tak hanya mencuri perhatianku dengan sosoknya saja, dirinya juga selalu memberikanku pelajaran berharga. Entah itu saat kami sedang marahan, baikan, atau dari sekedar diskusi sederhana atau bahkan obrolan nggak bermutu kami, selalu banyak hal yang membuatku berpikir, sejenak merenung, lalu menganggukkan kepala dalam hati, tersenyum, dan berkata dalam hati: bertambah lagi satu hal dan pelajaran baru yang kini ku mengerti.
Oiya. Besok, tanggal enam belas, hubungan kami tepat berusia dua puluh delapan bulan :) Dan aku sangat bersyukur, perasaan ini tak pernah berubah, bahkan semakin tumbuh saja rasanya. Satu kalimat untukknya: anugerah terindah yang saat ini kumiliki :)
Pengen esemesan, namun pacar sepertinya sudah damai dalam tidurnya. Tumben? Katanya sakit kepala seharian ini :( Mengganggu tidurnya jelas aku tak mau. Tadinya ingin ku kirim pesan singkat padanya, dengan kata-kata indah nan lebay seperti biasanya hohoho. Namun ku urungkan, dan hanya sedikit perhatian semoga lekas baikan, ucapan cinta dan selamat tidurlah yang akhirnya ku kirimkan #uhuk :p
Ku pikir sudah lama ku tak mampir ke sini, mengisi halamannya dengan rangkaian kata demi kata yang muncul begitu saja tak berima. Dan inilah akhirnya. Tak ada salahnya bukan, menambahkan sampah kata ke halaman ini hohoho.
Curhat.
Entah mengapa, setiap malam - ataupun dini hari, menjelang tidur, selalu, tak pernah aku tak memikirkannya. Semua tentangnya. Entah itu kenangan masa lalu, entah itu rajutan mimpiku dan masa depanku bersamanya, semuanya, apa saja yang terlintas. Tak jarang tiba-tiba air mataku menetes karena kebiasaan ini. Bukan sedih atau apa, hanya saja aku bersyukur memilikinya. Sungguh.
Dan malam ini, aku teringat akan secuil kenangan hari kemarin. Sebenarnya tak ada yang super-duper istimewa, - karena setiap hari bersamanya selalu istimewa :D - hanya berjalan seperti biasanya. Ke kampus bareng, pulang kampus maen dulu nggak jelas, lalu pulang. Setiap minggunya seperti itu dan aku tak pernah bosan.
Tapi kemarin, entah kenapa di mataku dirinya tampak berbeda. Bahkan aku sempat tertegun menatapnya beberapa detik saat ku sodorkan helmnya, selesai kuliah. Dan saat mulutnya mengeluarkan kata "Kenapa?", barulah lamunanku terpecah. Duh.
Di perjalanan, tiap kami sedang bersama, mulutku yang usil ini selalu saja mengeluarkan kata dan nada tak jelas. Dibilang ngomong enggak, nyanyi juga kurang pas. Kadang menggumam, kadang bahkan seperti teriakan yang membuatnya marah - dan aku suka saat dia marah :D - lucu. Dulu, beberapa tahun yang lalu saat aku dan dia mulai menjadi kami, dia selalu mengatakan padaku, bahwa jadi orang itu jangan terlalu pemalu, jangan terlalu pendiam. Tapi entah kenapa tiap kebiasaanku di jalanan ini kumat, dia selalu marah. "Malu aku boncengin orang teriak-teriak nggak jelas gini." "Katanya jangan pendiam," dalihku :D
Dan sabtu kemarin, sepulang kampus kami putuskan main sebentar ke pantai Goa Cemara. Dan di sana pun lagi-lagi aku sempat - bahkan sering - tertegun tiap kali mencuri pandang ke dirinya. Perasaan apa ini ya. Di mataku dia tampak selalu begitu indah. Saat tersenyum, tertawa, berbicara, diam, bahkan saat marah pun dia selalu pandai menampakkan sisi indahnya.
Tak hanya mencuri perhatianku dengan sosoknya saja, dirinya juga selalu memberikanku pelajaran berharga. Entah itu saat kami sedang marahan, baikan, atau dari sekedar diskusi sederhana atau bahkan obrolan nggak bermutu kami, selalu banyak hal yang membuatku berpikir, sejenak merenung, lalu menganggukkan kepala dalam hati, tersenyum, dan berkata dalam hati: bertambah lagi satu hal dan pelajaran baru yang kini ku mengerti.
Oiya. Besok, tanggal enam belas, hubungan kami tepat berusia dua puluh delapan bulan :) Dan aku sangat bersyukur, perasaan ini tak pernah berubah, bahkan semakin tumbuh saja rasanya. Satu kalimat untukknya: anugerah terindah yang saat ini kumiliki :)
Sabtu, 14 April 2012
Pantai Kita :D
"DILARANG MANDI / BERENANG DI PANTAI"
Terdapat papan besar bertuliskan kalimat itu saat kami melangkah dari parkiran.
"Mana pantainya?"
"Iyah, ini kita ke pantai atau ke hutan sih?" sahutku.
Pulang kampus kami mampir ke pantai Goa Cemara. Saat memasuki kawasan pantai yang tergolong baru ini, di parkiran hanya tampak sebuah mobil dan belasan motor. Nggak terlalu ramai. Tampak sebuah kereta mini dikerubungi anak-anak, tampak beberapa kelompok pengunjung duduk santai di bawah rindangnya pohon.
Saat kami mulai melangkah turun dari motor, kami ikuti saja petunjuk arah ke pantai. Namun tulisan itu menunjuk ke semacam hutan pepohonan cemara yang tampak sangat rimbun. Kami yang baru pertama kali ke sini sempat bingung.
Dan ternyata, itulah alasan mengapa pantai ini diberi nama Goa Cemara. Sebelum menjangkau pantai, kita harus melewati semacam hutan cemara, yang tumbuh liar dan alami. Jangan bayangkan pohon cemaranya adalah seperti pohon natal itu ya. Pepohonan di sini tumbuh dengan dedaunannya yang rindang dan melebar, yang ujung-ujung daunnya saling bersentuhan antar pohon membentuk semacam lorong-lorong gua tak beraturan. Keren. Tak kalah keren dengan pantai Kwaru :D
Setelah beberapa saat menyusuri 'gua' ini, sampailah kami di hamparan pasir pantai nan luas, dengan suara debur ombak yang keras menderu. Dan lagi-lagi kami dibuat bingung.
"Ini orang-orang pada ke mana?" tanyaku ke pacar.
Nggak ada orang di sekitar pantai! Mungkin mereka lebih tertarik dengan rimbunnya pepohonan cemara daripada debur ombak. Sumpah ini keren banget. Kami menyusuri bibir pantai, mengejar dan dikejar ombak sampai separuh celana kami basah, lomba 'siapa yang paling cepat lari sampai ujung sana', menggoreskan ranting ke pasir yang basah; sampai akhirnya kelelahan dan hanya duduk bersisian di bibir pantai. Bermain pasir, ngobrol nggak jelas, dan sesekali kaki kami dijilati ombak. Dan itu semua kami lakukan tanpa ada orang lain di pantai ini! Pantai serasa milik berdua euy.
Dari pantai ini, mercusuar yang ada di pantai pandan sari terlihat jelas, tinggi besar. Bosan bermain pasir, pacar tiduran di pasir.
"Asyik beb, rasanya damai banget. Langitnya juga kelihatan biru banget. Apalagi kalo merem gini, sambil ngerasain angin pantai," kata si pacar sambil tiduran dan merem.
Aku pengen sih. Tapi malu. Eh tapi kan nggak ada orang! Aku pun ikut-ikutan :D Dan ternyata emang bener, rasanya damaaaaiii banget. Rasanya aku jadi pengen tidur, diiringi sapuan angin pantai dan debur ombak sebagai nina boboknya hhoho.
Saat membuka mata, tampak segelintir orang di sisi barat sana. Namun tak lama. Hanya beberapa menit dan kembali menghilang. Mataku kembali terpejam. Rasa lelah dan penat akibat seabrek aktifitas seminggu ini - kuliah, responsi, ngeles - yang rasanya nggak habis-habis, serasa sirna begitu saja.
Nggak nyesel deh ke sini, kapan-kapan mau lagi!
Puas tiduran di pasir, kami kembali duduk bersisian dan ngobrolin apa aja yang bisa diobrolin. Sesekali tersenyum, sesekali tertawa terbahak, atau malah manyun-manyun nggak jelas. Aku suka mandangin pacar yang lagi ngomong dan sesekali senyum. Entah mengapa hanya dengan menatapnya saja ada rasa bahagia menyelinap di hati ini. Kalau udah gini, cuma bisa ngucap syukur dalam hati. Alhamdulillah, bahagianya ku punyamu.
Makasih ya pacaar buat hari ini. Kapan-kapan lagi yaa. Ai lap yu pul deh beb! :D
Terdapat papan besar bertuliskan kalimat itu saat kami melangkah dari parkiran.
"Mana pantainya?"
"Iyah, ini kita ke pantai atau ke hutan sih?" sahutku.
Pulang kampus kami mampir ke pantai Goa Cemara. Saat memasuki kawasan pantai yang tergolong baru ini, di parkiran hanya tampak sebuah mobil dan belasan motor. Nggak terlalu ramai. Tampak sebuah kereta mini dikerubungi anak-anak, tampak beberapa kelompok pengunjung duduk santai di bawah rindangnya pohon.
Saat kami mulai melangkah turun dari motor, kami ikuti saja petunjuk arah ke pantai. Namun tulisan itu menunjuk ke semacam hutan pepohonan cemara yang tampak sangat rimbun. Kami yang baru pertama kali ke sini sempat bingung.
Dan ternyata, itulah alasan mengapa pantai ini diberi nama Goa Cemara. Sebelum menjangkau pantai, kita harus melewati semacam hutan cemara, yang tumbuh liar dan alami. Jangan bayangkan pohon cemaranya adalah seperti pohon natal itu ya. Pepohonan di sini tumbuh dengan dedaunannya yang rindang dan melebar, yang ujung-ujung daunnya saling bersentuhan antar pohon membentuk semacam lorong-lorong gua tak beraturan. Keren. Tak kalah keren dengan pantai Kwaru :D
Setelah beberapa saat menyusuri 'gua' ini, sampailah kami di hamparan pasir pantai nan luas, dengan suara debur ombak yang keras menderu. Dan lagi-lagi kami dibuat bingung.
"Ini orang-orang pada ke mana?" tanyaku ke pacar.
Nggak ada orang di sekitar pantai! Mungkin mereka lebih tertarik dengan rimbunnya pepohonan cemara daripada debur ombak. Sumpah ini keren banget. Kami menyusuri bibir pantai, mengejar dan dikejar ombak sampai separuh celana kami basah, lomba 'siapa yang paling cepat lari sampai ujung sana', menggoreskan ranting ke pasir yang basah; sampai akhirnya kelelahan dan hanya duduk bersisian di bibir pantai. Bermain pasir, ngobrol nggak jelas, dan sesekali kaki kami dijilati ombak. Dan itu semua kami lakukan tanpa ada orang lain di pantai ini! Pantai serasa milik berdua euy.
Dari pantai ini, mercusuar yang ada di pantai pandan sari terlihat jelas, tinggi besar. Bosan bermain pasir, pacar tiduran di pasir.
"Asyik beb, rasanya damai banget. Langitnya juga kelihatan biru banget. Apalagi kalo merem gini, sambil ngerasain angin pantai," kata si pacar sambil tiduran dan merem.
Aku pengen sih. Tapi malu. Eh tapi kan nggak ada orang! Aku pun ikut-ikutan :D Dan ternyata emang bener, rasanya damaaaaiii banget. Rasanya aku jadi pengen tidur, diiringi sapuan angin pantai dan debur ombak sebagai nina boboknya hhoho.
Saat membuka mata, tampak segelintir orang di sisi barat sana. Namun tak lama. Hanya beberapa menit dan kembali menghilang. Mataku kembali terpejam. Rasa lelah dan penat akibat seabrek aktifitas seminggu ini - kuliah, responsi, ngeles - yang rasanya nggak habis-habis, serasa sirna begitu saja.
Nggak nyesel deh ke sini, kapan-kapan mau lagi!
Puas tiduran di pasir, kami kembali duduk bersisian dan ngobrolin apa aja yang bisa diobrolin. Sesekali tersenyum, sesekali tertawa terbahak, atau malah manyun-manyun nggak jelas. Aku suka mandangin pacar yang lagi ngomong dan sesekali senyum. Entah mengapa hanya dengan menatapnya saja ada rasa bahagia menyelinap di hati ini. Kalau udah gini, cuma bisa ngucap syukur dalam hati. Alhamdulillah, bahagianya ku punyamu.
Makasih ya pacaar buat hari ini. Kapan-kapan lagi yaa. Ai lap yu pul deh beb! :D
Categories
happy day
Langganan:
Postingan (Atom)


























