Sabtu, 08 Oktober 2011

CUB CUB BII DAA :D

Diposting oleh Happy di 23.49
Cub cub bii daa cubudidadaa :D
Aaaaaaaaaa hari ini adalah hari yang amat sangat menyenangkan dan berkesan sekalii bareng mas pacaar :D

Cerita bermula dari kita berangkat maen jam 11an, terus muter-muter jogja nggak jelas [just like usually :D]. Lalu kita makan, karena kebetulan aku udah sehari nggak makan [beneran loh!]. Setelah makan, kita jalan ke selatan. Katanya aku mau dikasih lihat suatu tempat di dataran tinggi yang bisa lihat pantai selatan dari ketinggian. Wuihh, bayanginnya aja udah keren! Dan kita pun ke sana. Lokasi terletak di suatu desa yang aku nggak tau namanya [halah], yang jelas jalan samas [entah kilometer berapa] belok ke barat. Nah saat sudah hampir sampai, ternyata sedang ada perbaikan jalan dan kami terpaksa blusukan lewat depan pekarangan rumah orang, dan ini terjadi bermeter-meter jauhnya. Saat itu lah kami merasakan ketidakberesan.

"Bebb, kayaknya bannya bocor deh?" kata mas pacaar.

"Yang bener bebb??" kataku balik.

Dan aku pun turun, menengok ban belakang. Dan benar saja! Ban kami bocor [lagi, entah ini yang ke berapa ratus kalinya kami main bareng dan ban motorku selalu bocor [maaf ya bebebb, sepertinya aku dan motorku memang pembawa sial untukmu haduh].

Kami takuuuttt bangett, secaraaa di desa gini pasti bakal susah banget nyari tambal ban. Kami bertanya dan bertanya, dan hasilnya adalah kami harus menuntun motor sepanjang jalan kenangan [berapa km yah pokoknya lama bin capek deh]. Mana jalanannya naik turun pula. Tapi kami menikmatinya, karena pemandangan kiri kanan tuh baguuuuuuuuuuuusssssssss bangetttt [secara dataran tinggi]. Dan ternyata tambal bannya tuh lokasinya harus melewati tempat tujuan kami. Aku cuma bisa nengok sekilas ke tempat itu [dan emang kereeeeennn bangettttt!]. Aku ajak mas pacaar foto-foto dulu, tapi dia lebih memilih untuk menyelesaikan urusan ban.

Dan di tempat tambal ban [setelah kami mandi keringat karena nuntun motor berkilo-kilo tentunya], lagi-lagi kami harus dag dig dug. Why? Karena berdasar pengalaman kami yang sudah merasakan ratusan kali bocornya ban motorku [dan selalu yang belakang], banku ini sama sekali bukan tipe ban yang penurut. Bagaimana tidak, seorang tukang tambal ban pasti selalu kepayahan tiap mau melepas ban luarku ini. Sampai ngeden-ngeden, jungkir balik, ngotot-ngotot nggak karuan. [Jadi inget pas bocor di alkid, dapet tukang tapi nggak kuat buka ban luar. Dan kami terpaksa menuntun motor jauh ke selatan hampir ke krapyak, nyari tukang yang lain. Duh Gustii]. Dan kejadian jungkir balik itu pun kembali terjadi.

Si tukang sibuk setengah jam cuma buat ngelepas ban luar motorku. Itu pun dibantu 3 rekannya. Itu pun rem motorku terpaksa diiket pake kawat biar bannya gak muter-muter sesukanya. Alhamdulillah, walaupun lamaaa, melihat ban dalam motorku nongol aja rasanya uda seneeng banget. Dan masalah kembali muncul! Ternyata banku bocornya pas di bekas tambalan bocor yang dulu. Katanya waktu nge-pres nggak mateng, sekarang kebetulan kena  pas situ dan agak sobek deh itu ban.

Kami pun minta ganti ban saja. Tapi karena lokasi juga di desa, mereka nggak sedia ban. Salah satu dari mereka pun keluar buat nyari n beli ban. Tapi dasarnya apes, nggak dapet, soalnya ukuran yang kayak banku nggak ada. Ealaah. Kami pun meminta untuk coba ditambal dulu saja. Dan akhirnya ban nggak jadi beli. Setelah menunggu sekitar sejam , dari adzan ashar sampai jam 4an [gara-gara susahnya melepas ban luar], akhirnya selesai juga.

Tapi sayangnya mas pacaar ngajak ke pantai aja, soalnya kalau puter ke tempat tadi, takutnya bannya kenapa-kenapa lagii dan mondar-mandir lagi. Aku sih iya iya aja hehe. Dan pas kami mulai jalan...

"Bebb, kayaknya bocor lagi deh?" kata mas pacaar, baru beberapa meter dari tempat tambal ban yang tadi.

"Ah jangan gitu dong bebb, enggak kokk!" bantahku.

"Coba deh rasain, bannya aja kayak oleng-oleng ginii," katanya lagi.

"Enggak sayankk, enggak," aku ngotot.

"Iya deh bebb, enggak bocor lagi," katanya ngalah.

Dan kami pun main ke pantai Kwaru, entah sudah yang ke berapa kali kami kesana. Kali ini kita lama, pulangnya nunggu sunset dulu. Subhanallah, tiap ke sana sama mas pacaar selalu indah. Tadi adalah senja terindah dalam hidupku :)

Dan inilah sedikit foto-fotonya.


















Dan setelah itu pun kami pulang, soalnya uda malem juga.

"Aku pulang dulu ya bebebb," kataku.

"Iyah, ati-ati ya bebb," katanya.

Saat aku starter motorku, dan menarik gas untuk pertama kalinya, muncullah keanehan itu: BANKU RASANYA KAYAK MAU COPOT :O OMG, ternyata bener apa kata mas pacaar, kayak oleng-oleng gitu. Sebetulnya itu bukan karena pemasangan bannya yang nggak bener atau gimana, tapi karena tambalan tepat berada di atas tambalan. Jadinya bannya benjol-benjol kayak dahi abis kejedor pintu. Ya Tuhaan, aku pulang sambi komat-kamit dalam hati. Jangan bocoor, apalagi lepaaas, batinku. Dan saat aku mengerem, OMG remku berasa nggak ada gunanya. Ternyata gara-gara pas ngelepas ban luar susah banget tadi, kan diiket pakai kawat tuh remnya. Dan karena diikat plus bannya diperkosa, alhasil remku jadi dol gini. Aaaaaaaaaaaaa motorku nggak nyaman banget sumpah!

Aku punya BERITA KEPADAmu KAWAN : Sungguh, perjalanan ini terasa sangat menyedihkan. Sayang kau tak duduk disampingku kawan. Banyak cerita yang mestinya kau saksikan. Di tanah kering berbatuan. Ho ho ho ho ho ho ho ho. Hihihihihi :D

2 komentar:

YouKnowMe? on 8 Oktober 2011 pukul 23.57 mengatakan... [Balas]

wakakak, kesel yo nuntun pit motor
mukagilak kui :D

Happy on 9 Oktober 2011 pukul 00.13 mengatakan... [Balas]

@YouKnowMe? : wkwkkwk iyah bebebbb mukakgilak wkwk gpp seru kook, jangan kapok yaah :D

Posting Komentar

Kolom coret-coret ^_^

 

H A P P Y Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei