Jumat, 30 Desember 2011

Kesempurnaan Cinta

Diposting oleh Happy di 22.44 0 komentar
Keindahanmu tak pernah dapat terlukiskan
Kecantikanmu menakjubkan hati
Ketulusanmu mengalir sebening kasihmu
Setiamu menguatkan aku

Kau begitu berarti
Sungguh sangat berarti
Kesempurnaan cinta
Kau beri

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku

Kau begitu berarti
Sungguh sangat berarti
Kesempurnaan cinta
Kau beri

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku

Aku menyayangimu
Dalam senyum dan tangisku
Dan aku mencintaimu
Dalam hidup dan matiku
Dalam hidup dan matiku


Minggu, 18 Desember 2011

Enam Jam

Diposting oleh Happy di 21.05 0 komentar
Diawali dengan pagi yang tak begitu mengenakkan. Ya. Kesurutan dalam hubungan itu sesuatu yang biasa bukan? Dan karena dia bilang hubungan dekat yang penuh pasang surut itu menghasilkan ikatan batin yang kuat, maka pagi ini aku ingin mengubah surut itu menjadi pasang.

Pukul setengah sebelas dari rumah, kugeber motorku menuju jalan samas pentok selatan sana. Pertigaan lapangan kanan jalan belok kanan, pertigaan masjid kanan jalan belok kanan, perempatan pertama belok kiri. Lewat 1 lagi perempatan, dan stop. Kanan jalan. Sampailah aku di rumah itu, beberapa detik menunggu dan kudapati si tuan keluar, dengan gayanya yang dingin dan menyebalkan itu. Huft.

Pergilah kami, menuju pantai Depok yang beberapa hari lalu sempat kami janjikan - sebelum kesurutan ini terjadi tentu saja. Sepanjang jalan tak ada kata, hanya diam dan diam. Bahkan sesampai di sana pun, kami masih tetap menikmati kebisuan yang sama sekali tak nikmat itu. Huft, rasanya tak tahan aku.

Berjalan menghampiri ombak, diam berdiri berdua bersisian. Sesekali ku tatap mata indahnya, tanpa kata. Dan dia pun masih tetap sama. Diam dan dingin. "Jalan ke mana?" tiga kata meluncur memecah kebisuan kami. "Terserah." Dan kami melangkah menyusuri bibir pantai. Lagi-lagi diam. Sungguh, tak tahan aku dengan kebisuannya. Entah kenapa mataku terasa pedas dan pandanganku sedikit mengabur. Dan kuraih telapak tangannya, ku genggam erat, pasti. Kupejamkan mataku dan dadaku tiba-tiba terasa sangat sesak. Beruntung, dia membalas genggaman tanganku.

"Beli ikan yok?" katanya membuka percakapan, menghampiri kapal nelayan yang baru saja pulang melaut, sambil tetap menggenggam tanganku. Aku dengar suaranya agak berat, sepertinya menahan tangis - eh?. "Nggak usah ah," jawabku - kok kedenger kayak mau nangis juga sih.

Kami duduk di bibir pantai. Diam. Sesekali memainkan pasir, sesekali melihat ke laut lepas. Mengamati orang-orang yang tengah asik. Sebelum akhirnya terdengar suara bising dari atas sana - pesawat paralayang. Dan obrolan pun keluar begitu saja. Syukurlah, kebisuan ini terpecah sudah. Lega.

Dan selanjutnya semua berjalan dengan indah. Aku bisa kembali menikmati tawanya yang renyah, senyum serta tatap matanya yang indah. Terimakasih Tuhan :)

Kami bicara tentang ombak, tentang laut, tentang langit, tentang ikan, nelayan, penjual makanan di sana, tentang semua. Mentertawakan kelucuan yang terjadi di depan sana, indah rasanya. Akhirnya kami kembali melangkah, membeli beberapa pengganjal perut. Siomay, tempura, dan es kelapa muda yang kesemuanya lumayan dinaikin harganya dan nggak begitu enak. Sesekali ku curi gambar sekitar. Tapi dia tahu niatku dan tak mau. Pelit ah.

Setelah puas menikmati pantai yang kebetulan tadi nggak panas sama sekali - cuaca sedang berbaik hati :D - kami pulang. Bukan dink. Berputar-putar sebentar menyusuri jalan Parangtritis, -mampir sebentar di barisan pepohonan di Ganjuran - jalan Bantul, jalan Srandakan, sebelum akhirnya terpaksa pulang karena dikejar hujan. Sampai di rumahnya pukul 4. Dan ku niatkan singgah sebentar sampai pukul lima, ingin menikmati hujan di rumahnya - belum pernah sih. Dan kegiatan menyenangkan itu diakhiri dengan jam lima tepat aku pulang. Di antar sampai depan pintu oleh ibunya dan si dia, dengan penampilanku yang seperti orang-orangan di sawah - pakai mantol hohoho.

Sekali lagi kugeber motorku, kali ini agak pelan - angin yang lumayan kencang dengan kostumku kayak orang-orangan sawah membuat laju motorku tak begitu seimbang. Mantol melembung - serasa mau ikut terbang terbawa angin! Di perjalanan dipermainkan hujan yang turun reda turun reda. Seruu, sampai di rumah mandi, sholat magrib, lalu asyik online sambil menulis postingan ini :D. Enam jam yang mendebarkan bersamamu :*



















PS: Jangan surutkan lagi ya, atau kita akan nikmati kekeringan yang kita tahu sama sekali tak nikmat. Love U ;)

Senin, 24 Oktober 2011

Cerita Malam Ini

Diposting oleh Happy di 22.35 0 komentar
Hai hai haaaaiiii akhirnya posting lagi. Hari ini aku mau cerita. Singkat aja lah ya hoho.

Jadi begini. Abis isya tadi aku diajak kakakku makan di luar. Tumben banget, batinku. Aku sih mau-mau aja. Dan akhirnya makanlah kita, di rumah makan sekitar Terban sana. Abis itu si kakak ngajak ke Pasar Klithikan Pakuncen. Pasti semua sudah pada tahu lah ya. Bagi yang belum tau dan mungkin pernah dengar hal nggak enak tentang pasar ini, jangan under estimate (tulisannya bener nggak sih?) dulu deh. Disana bukan kok jual barang curian apa gimana gitu kok. Apalagi kalo mikirnya cuma jual barang second doang. Karena di sana apa-apa ada, dari yang baru sampai bekas, dari yang model baru sampe yang nggak kelihatan modelnya haha.

Di sana cuma muter-muter nggak jelas, kakak iseng cari kaos aja. Di tiap los, tiap tikungan, kok agak susah ya nemuin cewek. Isinya rata-rata cowok semua. Di pasar ini, nggak beda lho sama mall atau swalayan gede. Semua serba ada. Mau cari kemeja? Ada. Kaos? Ada. Jaket, celana? Ada. Sepatu, sendal? Ada. Jam tangan, dompet, tas? Ada. Handphone, barang elektronik, sampai ke helm? Ada. Barang-barang antik bahkan bekas juga banyak. Haus, laper, pengen cari ganjel perut? Nggak usah kuatir kelaperan, di sini semua ada.

Abis cari kaos, kita pulang. Di perjalanan, banyak hal-hal yang nggak biasanya aku temuin, aku lihat malam ini barusan. Dari Pakuncen, kita ke selatan lewat perempatan Wirobrajan terus ke timur. Ceritanya mau lewat 0 km. Tapi ternyata di pertigaan PKU Muhammadiyah ditutup. Kita iseng nerobos aja. Dan ternyata tepat di 0 km lagi dipake shooting film. Setting-nya bagus deh. Ada kayak bola lampu (kayak balon udara gitu) guedheee buanget digantung mengambang. Kata kakakku sih itu buat lighting-nya kalau shooting malem, bukan masuk dalam tema, apalagi ikut di shoot. Enggak. Haha kirain.

Akhirnya kita puter balik, lalu lewat jalan Kauman. Iseng-iseng lewat altar (alun-alun utara), lalu belok ke 0 km dari arah selatan (siapa tahu boleh lewat). Dan ternyata tetep nggak boleh. Sampai di situ, di lokasi kita lihat kalo aspalnya lagi di siram pakai truk yang biasanya nyiram taman kota yang selangnya gedhe banget itu (mungkin ceritanya Jogja lagi hujan). Kita pun muter lagi, lewat plengkung gading ke timur. Nah pas lewat altar itu, aku lihat ada mbak-mbak bule lagi nggenjot (ngayuh) becak, penumpangnya dua orang. Pas aku lihat, ternyata penumpangnya tuh couple-nya si embak, sama si tukang becaknya. Hahaha lucu banget sumpah, mbak bulenya hebat eh kuat ngayuhnya. Di jalan kita ketawa hahaha.

Pas perjalanan pulang, lagi-lagi kita lihat hal yang agak nggak biasanya. Aku lihat mbak-mbak cantik lagi teriak-teriak nggak jelas sambil berjalan pelan menyusuri trotoar, sambil menunjuk-nunjuk ke tengah jalan! Ini mbaknya cantik-cantik agak gila apa kenapa? Pikirku. Dan ternyata, si embak itu ngomong dan nunjuk-nunjuk sama orang yang mengirinya pelan naik motor. Oh, lagi marahan sama pacarnya ya mbak? Marahan kok di jalanan mbaak, mbaak. Dan setelah aku lihat lebih dekat, ternyata yang naik motor itu juga cewek. Ealaaah, ada ada saja. Mungkin si embak itu lagi bilang gini kali ya "Kamu tega banget rebut pacarku! Maksudmu apa ha?!" Dan si embak yang naik motor balas bilang "Sori sori, dia mencintaiku lebih dari dia mencintaimu." Hahaha.

Malam ini pokoknya aneh banget deh. Namun satu yang aku sayangkan, kenapa tadi aku nggak bawa kameraaa?!? Kalo ada pict-nya, pasti ini postingan lebih hidup deh. Aaaaaaaaaargh payah. Segitu dulu aja deh ya!
 

H A P P Y Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template and web hosting Graphic from Enakei